FEB UNSIQ dan Desa Bojanegara Perkuat Sinergi Tridarma melalui Pemberdayaan UMKM dan Penguatan BUMDes
Kembali ke Berita

FEB UNSIQ dan Desa Bojanegara Perkuat Sinergi Tridarma melalui Pemberdayaan UMKM dan Penguatan BUMDes

04 Sep 2026 stafadmin

Banjarnegara, 03 September 2026 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sains Al-Qur’an (FEB UNSIQ) terus memperkuat komitmennya dalam mengimplementasikan Tridarma Perguruan Tinggi melalui kerja sama strategis bersama Pemerintah Desa Bojanegara, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada pemberdayaan pelaku UMKM, peningkatan kapasitas BUMDes Sidodadi, serta penguatan literasi ekonomi dan manajemen berbasis nilai-nilai Islam. Sebelum kegiatan ini dilakukan, dilakukan penandatangan Kerjasama MOU antara FEB UNSIQ yang dalam hal ini Dekan FEB UNSIQ Dr. Bahtiar EfendiS.E., M.M., CMA. dengan Kepala Desa Bojanegara Banjarnegara Bapak Ahmat Yahya.

Salah satu kegiatan utama dalam program tersebut adalah pelatihan UMKM pembuatan telur asin. Pelatihan diberikan sebagai upaya meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah potensi lokal menjadi produk bernilai ekonomi. Peserta mendapatkan pembekalan mulai dari pemilihan bahan baku, proses pembuatan telur asin, pengolahan yang higienis, pengemasan, hingga peluang pengembangan produk agar memiliki daya saing di pasar.

Pelatihan Pembuatan Telur Asin sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat

  FEB UNSIQ mengadakan pelatihan pembuatan telur asin bagi 12 ibu-ibu PKK dengan menghadirkan Ibu Lucia Fristanti Ningsih, pengrajin telur asin sekaligus pegiat UMKM ecoprint dan kue kering dari Singamerta, Banjarnegara, atas rekomendasi Indagkop Banjarnegara.

Pelatihan dilakukan secara praktik langsung, mulai dari menyiapkan adonan batu bata halus, garam krosok, dan air, hingga mengamplas telur untuk membuka pori-pori sebelum dibalur adonan. Telur kemudian didiamkan selama kurang lebih dua minggu dan akan dilakukan panen pada 19 September.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat sekaligus menggerakkan potensi peternakan bebek di Bojanegara. Melalui pengolahan telur menjadi produk bernilai tambah, potensi lokal diharapkan dapat berkembang menjadi peluang usaha yang mendukung peningkatan ekonomi masyarakat.

 

telur.jpg

   Penyampaian materi pemasaran Telur Asin oleh Margi Astuti, S.Pd., M.MPd.

Pelatihan tersebut diharapkan mampu membuka peluang usaha baru sekaligus mendorong masyarakat untuk tidak hanya menjadi konsumen, tetapi mampu menciptakan produk yang dapat memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga. Pengembangan telur asin juga diarahkan agar dapat menjadi salah satu produk unggulan UMKM Desa Bojanegara yang memiliki identitas lokal dan berpotensi dikembangkan sebagai produk oleh-oleh maupun komoditas pemasaran digital.

Selain pemberdayaan UMKM, FEB UNSIQ memberikan perhatian khusus terhadap peningkatan kapasitas BUMDes Sidodadi Desa Bojanegara. BUMDes dipandang memiliki posisi strategis sebagai motor penggerak perekonomian desa melalui pengelolaan potensi dan aset desa secara profesional, transparan, produktif, dan berkelanjutan.

Sosialisasi Tawazun Response Capability (TRC)

Salah satu materi strategis yang diperkenalkan dalam kegiatan pengabdian ini adalah Tawazun Response Capability (TRC). Konsep TRC dikembangkan sebagai pendekatan untuk meningkatkan kemampuan organisasi dalam merespons perubahan secara cepat dan tepat dengan tetap menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi, kelembagaan, sosial, lingkungan, dan nilai-nilai keberlanjutan.

tawazz.jpg

Penyampaian materi TRC oleh Dr. M. Trihudiyatmanto, S.E., M.M., CMA.

Melalui sosialisasi TRC, pengelola BUMDes dan masyarakat diperkenalkan pada pentingnya kemampuan membaca perubahan lingkungan, merespons kebutuhan pasar, membangun stabilitas kelembagaan, memperkuat hubungan sosial, meningkatkan kemampuan digital, berbagi pengetahuan, serta membangun budaya inovasi.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu BUMDes Sidodadi menghadapi berbagai tantangan sekaligus memanfaatkan peluang ekonomi desa. Dengan kemampuan respons yang baik, BUMDes diharapkan tidak hanya menjalankan usaha secara rutin, tetapi mampu melakukan inovasi dan adaptasi secara berkelanjutan.

Penguatan Kepemimpinan Islam

Aspek lain yang menjadi perhatian dalam kegiatan ini adalah kepemimpinan Islam. Penguatan kepemimpinan diberikan untuk membangun karakter pengelola organisasi yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian target ekonomi, tetapi juga menjunjung tinggi amanah, kejujuran, keadilan, tanggung jawab, musyawarah, dan kemaslahatan masyarakat.

tawas.jpg

Penyampaian materi Kepemimpinan Islam oleh Dr. Ratna Wijayanti, S.E., M.M.

Kepemimpinan dalam perspektif Islam dipandang penting dalam pengelolaan BUMDes maupun UMKM karena pemimpin memiliki peran dalam menentukan arah organisasi, membangun kepercayaan, mengelola sumber daya, dan menciptakan budaya kerja yang positif.

Melalui pendekatan tersebut, pengelola BUMDes diharapkan mampu menjadi pemimpin yang amanah, profesional, adaptif, inovatif, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat. Nilai-nilai tersebut sekaligus menjadi karakter penting dalam membangun tata kelola ekonomi desa yang sehat dan berkelanjutan.

Meningkatkan Literasi Keuangan Syariah

Program pengabdian juga memberikan penguatan literasi keuangan syariah bagi masyarakat dan pelaku UMKM. Literasi keuangan menjadi aspek penting karena kemampuan mengelola keuangan secara tepat akan menentukan keberlangsungan usaha.

 

tawas1.png

Penyampaian materi Literasi Keuangan Syariah oleh Mila Fursiana Salma Musfiroh, S.H.I.,M.S.I.

Peserta diberikan pemahaman mengenai perencanaan keuangan, pencatatan pemasukan dan pengeluaran, pemisahan keuangan pribadi dan usaha, pengelolaan modal, serta pengenalan prinsip-prinsip keuangan syariah. Masyarakat juga didorong untuk memahami pentingnya transaksi yang halal, transparan, adil, dan terhindar dari praktik yang bertentangan dengan prinsip syariah.

Peningkatan literasi keuangan syariah diharapkan dapat membantu pelaku UMKM dan pengelola BUMDes mengambil keputusan keuangan yang lebih bijak sekaligus membangun budaya pengelolaan keuangan yang profesional, transparan, dan bertanggung jawab.

#FEB#UNSIQ#unsiqunggul#FEBUNSIQ