Wonosobo, Senin, 28 September 2026 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo terus mendorong penguatan budaya riset di lingkungan akademik melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penelitian. Kegiatan ini menjadi ruang akademik bagi dosen dan peneliti untuk memperkuat kualitas penelitian dengan mengusung semangat menghasilkan riset yang presisi, relevan, inovatif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Dekan FEB UNSIQ, Dr. Bahtiar Efendi, S.E., M.M., CMA., menegaskan bahwa penelitian merupakan salah satu pilar penting dalam pengembangan institusi dan peningkatan kualitas akademik FEB UNSIQ. Menurutnya, riset tidak semestinya hanya diarahkan untuk memenuhi tuntutan publikasi, tetapi harus mampu menjawab persoalan nyata serta menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat dan pemangku kepentingan. “Kita ingin membangun budaya riset yang tidak sekadar berorientasi pada publikasi, tetapi menghasilkan penelitian yang memiliki kualitas, relevansi, dan dampak. Riset harus berangkat dari persoalan yang nyata, menggunakan metodologi yang tepat, didukung data yang berkualitas, serta menghasilkan rekomendasi yang dapat dimanfaatkan,” ujar Dr. Bahtiar Efendi.
Dekan FEB UNSIQ juga menekankan pentingnya kolaborasi dan peningkatan kapasitas dosen dalam menghasilkan penelitian yang berkualitas. Menurutnya, perkembangan ilmu pengetahuan, transformasi digital, dinamika dunia usaha, serta kompleksitas persoalan ekonomi dan sosial membutuhkan pendekatan penelitian yang semakin adaptif dan berbasis bukti. “FEB UNSIQ harus terus memperkuat ekosistem penelitian. Dosen tidak hanya dituntut menghasilkan karya ilmiah, tetapi juga harus mampu membangun jejaring, berkolaborasi, dan melakukan hilirisasi hasil penelitian agar ilmu yang dihasilkan benar-benar memberikan kontribusi bagi masyarakat,” tambahnya.
FGD tersebut dimulai dengan pemateri Wakil Dekan FEB UNSIQ, Dr. M. Trihudiyatmanto S.E., M.M., CMA., sebagai pemateri yang membahas penguatan riset, mulai dari proses menemukan dan merumuskan masalah penelitian, membangun kerangka konseptual, menentukan variabel dan indikator, memilih metode penelitian, hingga teknik pengolahan serta analisis data. Dalam pemaparannya, Dr. M. Trihudiyatmanto menekankan bahwa penelitian yang berkualitas harus dibangun melalui proses yang sistematis dan terukur. Ketepatan dalam mengidentifikasi masalah menjadi fondasi penting karena akan menentukan arah penelitian, pemilihan teori, metode, instrumen, teknik analisis, hingga interpretasi hasil penelitian.

“Riset yang baik dimulai dari masalah yang tepat. Ketika research problem dirumuskan dengan jelas (Apakah fenomena gap, research gap dan theory gap?), maka tujuan penelitian, teori yang digunakan, metodologi, pengumpulan data, sampai pada teknik analisis akan menjadi lebih terarah. Karena itu, presisi dalam setiap tahapan penelitian sangat penting agar hasil penelitian memiliki validitas akademik dan relevansi praktis,” jelas Dr. M. Trihudiyatmanto.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa peneliti perlu memastikan adanya keterkaitan yang kuat antara research gap, research question, theoretical framework, hypothesis, research method, dan research findings. Keselarasan antarkomponen tersebut diperlukan agar penelitian tidak hanya menghasilkan data, tetapi mampu memberikan penjelasan ilmiah terhadap fenomena yang dikaji. Menurutnya, pemanfaatan data juga menjadi bagian penting dalam menghasilkan penelitian yang kredibel. Peneliti perlu memahami karakteristik data, memilih teknik analisis yang sesuai, serta mampu menginterpretasikan hasil secara objektif. Dengan demikian, kesimpulan penelitian tidak hanya bersifat deskriptif, tetapi mampu memberikan kontribusi terhadap pengembangan teori maupun penyelesaian persoalan praktis.
FGD berlangsung dalam suasana akademik yang interaktif. Para peserta diberikan ruang untuk mendiskusikan berbagai persoalan penelitian yang dihadapi, termasuk penyusunan proposal, penentuan metode, pengembangan instrumen, pengolahan data, hingga strategi publikasi ilmiah. Pertukaran gagasan antardosen diharapkan dapat memperkaya perspektif sekaligus meningkatkan kualitas penelitian yang sedang maupun akan dilakukan.
Melalui forum tersebut, FEB UNSIQ juga menegaskan bahwa penelitian harus memiliki orientasi pada impact dan sustainability. Hasil penelitian diharapkan tidak berhenti pada artikel ilmiah, tetapi dapat dikembangkan menjadi rekomendasi kebijakan, model pengembangan organisasi, inovasi bisnis, penguatan kapasitas masyarakat, maupun solusi terhadap berbagai persoalan ekonomi dan sosial. Riset di bidang ekonomi dan bisnis FEB UNSIQ diarahkan agar mampu merespons berbagai perkembangan strategis, seperti transformasi digital, perubahan perilaku konsumen, perkembangan dunia usaha, penguatan UMKM dan BUMDes, ekonomi berkelanjutan, tata kelola organisasi, serta berbagai persoalan sosial-ekonomi di tingkat lokal, regional, nasional, bahkan global.
Kegiatan FGD ini sekaligus menjadi bagian dari upaya FEB UNSIQ dalam membangun research culture yang lebih kuat. Kolaborasi antarpeneliti, ketepatan metodologi, pemanfaatan data yang berkualitas, peningkatan publikasi ilmiah, serta hilirisasi hasil penelitian menjadi bagian penting dalam pengembangan ekosistem riset di lingkungan FEB UNSIQ. Dengan penguatan tersebut, FEB UNSIQ berkomitmen untuk terus meningkatkan kontribusinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi secara berkelanjutan. Penelitian tidak hanya diposisikan sebagai kewajiban akademik, tetapi sebagai instrumen untuk menghasilkan pengetahuan, inovasi, dan solusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Melalui semangat “Riset Presisi, Relevan, dan Berdampak”, FEB UNSIQ berharap setiap penelitian yang dilakukan oleh dosen dan peneliti mampu memberikan nilai tambah bagi pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan ekonomi, bisnis, dan sosial yang berkembang di masyarakat.



